Wednesday, July 16, 2014

Kashgar - Silk Road Part 2



Di Kashgar, mayoritas masyarakatnya berasal dari suku Uyghur. Orang barat menyebut mereka Chinese Turkish. Entah karena parasnya mirip dengan orang Turki atau karena bahasanya ada banyak persamaan. Menurut pengamatan saya, wajah orang Kashgar sangat unik. Dari wajahnya kita dengan cepat bisa menemukan bayangan dari berbagai ras. Ada yang mirip bule, ada yang mirip China, Timur Tengah bahkan ada juga yang mirip orang Melayu. Secara keseluruhan wajah mereka keren terutama anak-anak. Wajahnya sangat cantik dan ganteng. Bisa dikatakan saya gagal menemukan ada yang jelek. Sifat mereka juga periang, dan sedikit agak bandel mirip anak-anak seusianya yang mudah kita jumpai di belahan lain dunia ini. Sama sekali tidak terlihat jika kehidupan mereka mendapat intimidasi dari pemerintahan pusat sebagaimana pemberitaan media asing selama ini.


anak-anak di Kashgar Old Town

ABG cantik di Kashgar Old Town

wajahnya mix dan unik

anak-anak sekolah di kota tua

foto bersama sesepu Kashgar

remaja Kashgar berpose mengunakan kacamata saya
Beberapa anak sekolah yang saya ajak berfoto dan ngobrol sewaktu saya blusukan seorang diri di kota tua bahkan mengajak saya mengunjungi rumah mereka tanpa persetujuan orangtuanya terlebih dahulu, mereka adalah Dilibar, Dilinuer, Hurxida dan Kadireya. Orang Kashgar yang saya temui selama berada di sana rata-rata baik, hanya ada sebagian kecil yang kurang bersahabat dengan sikap yang cuek dan sedikit sinis memang, entah karena bahasanya tidak sambung atau ada hal lain yang menganjal di hatinya. Tetapi secara umum saya cukup berkesan dan suka dengan Kashgar beserta orang-orangnya. Saya berharap satu hari nanti saya bisa kembali.


foto bersama anak-anak sekolah

Kadireya & Dilibar
Obyek yang tidak boleh terlewatkan adalah pemukiman kota tua yang berada di 2 kawasan berbeda namun letaknya berdekatan. Lalu ada Masjid Id Kah dengan lapangannya yang luas, Makam Abakh Khoja, Kashgar Bazaar, dan Pasar yang menjual beragam jenis karpet keren dengan harga yang murah. Makam Abakh Khoja juga terkenal dengan makam Xiang Fei. Xiang Fei adalah julukan atas Mamura Asim Hinim selir kesayangan kaisar Qian Long ( 1711-1799 ). Konon Xiang Fei parasnya sangat cantik dan semasa hidupnya dari tubuhnya bisa mengeluarkan aroma wangi menyerupai parfum. Ketika meninggal jasadnya pun dibawa pulang ke Kashgar dari Beijing dan juga dimakamkan di situ. Bisa anda bayangkan pada zaman itu moda transportasi yang digunakan hanya kereta kuda, entah butuh berapa tahun perjalanan dari Beijing untuk tiba di Kashgar.

Saya penasaran dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi dan berdasarkan penuturan penjaga makam yang saya temui di sana bahwa dalam tradisi orang Kashgar seorang wanita yang sudah menikah, ketika meninggal jasadnya bukan dimakamkan di pemakaman keluarga suami melainkan wajib dikembalikan ke pihak orangtuanya dan dimakamkan di pemakaman dari keluarga orangtuanya. Dengan kata lain selir harum adalah putri dari Abakh Khoja yang berasal dari Kashgar, sehingga ketika Xiang Fei meninggal pada tahun 1788, pemulangan jenazahnya kembali ke Kashgar menjadi mutlak. Untuk memenuhi permintaan keluarga besar Abakh Khoja, Kaisar Qian Long mengutus rombongan besar yang terdiri dari 124 orang dan menghabiskan waktu 3,5 tahun. Tentu ini merupakan sebuah penantian yang panjang bagi keluarga yang ada di Kashgar dan juga merupakan sebuah perjalanan yang sangat melelahkan bagi para utusan kaisar.

Kashgar Old Town

Masjid Id Kah

Makam Abakh Khoja



Bazaar

Bazaar

Bazaar

Bazaar

Bazaar
Jika anda menginap di Youth International Hostel, anda mudah sekali menemukan para backpacker dari manca negara untuk berangkat bersama-sama ke beberapa tempat di sekitar kota Kashgar dengan sharing cost atas sewa kendaraan maupun penginapan, perihal makanan merupakan tanggung jawab masing-masing. Umumnya para tamu yang datang ke Kashgar semua mempunyai tujuan yang sama yaitu ke khunjerab pass yang berada di perbatasan pakistan, karakul lake, taklamakan desert, shipton's arch dan lain-lain. Untuk destinasi yang saya sebutkan di atas akan saya ceritakan secara terpisah pada tulisan lainnya. Sedangkan untuk obyek di dalam kota, anda sendiri bisa menjelajah dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum dan situasinya relatif aman tidak seperti yang diberitakan media selama ini.
Satu hal yang unik yaitu jika anda datang sekarang tepat pada musim panas matahari  akan terbenam sekitar pukul 8 hingga 9 malam waktu setempat, namun kebalikan terjadi pada musim winter yaitu siang hari lebih singkat dan malam hari lebih panjang. Dan meski berada di teritorial Cina, anda akan mengira sedang berada somewhere in Timur Tengah, benar- benar beda dan eksotis.
Waktu paling tepat untuk mengunjungi Kashgar adalah Mei hingga September. Kunjungan saya dilakukan pada bulan Mei dan suhu udaranya cukup nyaman, belum terlalu panas. Akan tetapi buah-buahan khas daerah Kashgar seperti anggur, gojiberry, wuhuaguo  baru mulai bisa dipanen sekitar bulan Juni sehingga saya gagal untuk mencicipinya. Namun satu kendala yang perlu anda pertimbangkan adalah suhu udara yang tinggi jika anda datang pada bulan-bulan setelah Mei .


buah-buahan yang saya temukan di Bazaar, rasanya agak asam


( ........bersambung )

http://johntravelonearth.blogspot.com/2014/08/shiptons-arch-worlds-highest-arch-silk.html

http://johntravelonearth.blogspot.com/2014/07/khunjerab-pass-silk-road-part-3.html

http://johntravelonearth.blogspot.com/2014/07/karakul-lake-silk-road-part-4.html

http://johntravelonearth.blogspot.com/2014/07/kashgar-silk-road-part-1.html

http://johntravelonearth.blogspot.com/2014/08/taklamakan-desert-silk-road-part-6.html


   

                                                                                                                                                                      



2 comments:

  1. Pak John, komunikasi dengan masyarakat setempat pakai bahasa apa ?

    ReplyDelete
  2. bahasa Mandarin Pak Aripin, tapi untuk para lansia ada sebagian tidak bisa berbahasa Mandarin. kalau anak muda rata2 bisa.

    ReplyDelete