Wednesday, July 9, 2014

Driving Through The West Coast - Explore Tasmania Part 2



Saya berbicara kepada teman saya Ali bahwa apapun cuacanya, apapun kondisinya penjelajahan di Tasmania kali ini tetap merupakan satu pencapaian dalam riwayat perjalanan saya, karena saya mampu mengalahkan kekhawatiran saya selama ini dan nekad mengendarai mobil di negara orang, di tempat yang sama sekali asing ini selama 3 hari berturut-turut, dari utara Tasmania menuju selatan Tasmania melalui west coast atau sisi barat pulau ini. Sebuah pengalaman driving yang sangat menyenangkan namun ada sedikit menegangkan karena saya senantiasa harus ingat terus untuk mengontrol speed kendaraan sebagaimana yang sudah diperingatkan rambu-rambu yang terpampang di pinggir jalan. Keindahan alam di Tasmania benar-benar bikin takjub, tanpa disadari mobil yang saya kendarai seakan membelah gunung, melintasi hutan, kota dan desa silih berganti dari satu destinasi menuju destinasi berikutnya. Saya benar-benar tidak pernah berpikir dan sedikit tidak percaya sebenarnya kalau saya mampu melakukan semua ini, so excited. Bagi orang lain mungkin ini perkara kecil, tetapi bagi saya hal ini sangat sangat luar biasa dan patut disyukuri.


Perjalanan kami dimulai dari depan Art House, kota Launceston pada pagi hari dan kami segera mengambil Wellington St menuju Mildland Hwy, kemudian bergabung masuk ke dalam jalur Bass Hwy dengan target berikutnya kota Devonport. Sepanjang Bass Hwy kami melewati beberapa kota kecil antara lain Westburry, Delorance, Elizabeth Town dan Latrobe. Pukul 10.40 kami tiba di bawah jembatan Devonport dekat dermaga di mana banyak kapal-kapal sedang bersandar di sana. Cuaca masih hujan gerimis dan agak susah untuk mengambil foto karena lensanya basah terus. Jika berbicara soal iklim atau cuaca sebenarnya bulan Maret sudah memasuki musim gugur dan seharusnya tidak banyak curah hujan, namun karena waktu kami tiba adalah awal Maret entahlah mungkin masih merupakan masa peralihan sehingga sisa-sisa curah hujan Summer masih mewarnai langit pulau yang terkenal dengan binatang bernama Tasmanian Devil itu.

Devonport

                

Dari kota Devonport kami melanjutkan perjalanan menuju Ulverstone, kami sempat turun dan mengambil foto di sekitar pedesaan, kemudian isi bensin di Ulverstone sebelum melanjutkan perjalanan ke Old Surrey Rd sebuah jalan pintas menuju Rigley Hwy. Di sepanjang Old Surrey Rd kami temukan rumah penduduknya bagus-bagus dan kawasan ini sebenarnya masih termasuk bagian selatan kota Burnie. Memasuki Rigley Hwy kami sedang menuju target berikutnya yaitu sebuah gunung bernama Cradle Mountain dan di kaki gunung Cradle terdapat sebuah danau indah bernama Dove lake.


peternakan di Ulverstone

Ulverstone

mengisi bensin di Ulverstone tanpa adanya petugas

Burnie

Burnie

Cuaca masih tidak bersahabat. Tiba di Cradle Mountain hujan turun sangat lebat. Kami sempat ragu mau melanjutkan perjalanan atau tidak ke Dove Lake, mengingat angin bertiup kencang dan suhu udara di sekitarnya juga sangat dingin. Para pendaki gunung pada lengkap dengan peralatannya plus jas hujan, sedangkan kami hanya memakai jaket biasa dan pakaian seadanya plus payung. Kami berhenti sejenak di Visitor Center untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum akhirnya kami memutuskan menumpang bus dari Visitor Center menuju Dove Lake, biayanya AUD 16/ orang.

                                                                                                                              Dove Lake seharusnya sangat indah. Namun sangat disayangkan alam di sekitarnya berkabut tebal sehingga tidak seindah yang kami lihat di foto-foto. Angin bertiup sangat kencang, payung saya terbawa angin hingga jatuh masuk ke dalam danau. Hujan terus turun dengan intensitas ringan hingga lebat. Saya kecewa berat karena sebelum datang ke tempat ini saya sudah browsing, saya berencana untuk melakukan trekking pada sisi kiri danau ini dan berfoto dari ketinggian sebuah batu raksasa dengan background danau yang indah itu. Nasi sudah menjadi bubur, kata Ali ya sudahlah mau bagaimana lagi, tinggal dikasih tongcai, cakue, kacang jadi dech bubur ayam. Arti kutipan sederhana ini tentu adalah untuk menghibur diri kami. Dengan kata lain apapun keadaanya dinikmati dan disyukuri saja. Hmm...sebuah filosofi yang sederhana dan cukup menghibur.


Dove Lake

@ Dove Lake
                                                                                                                                Dari Cradle Mountain kami melanjutkan perjalanan ke Tullah, sebuah kota kecil di pinggir danau Roseberry. Mungkin karena alasan cuaca sehingga pemandangan sekitar danau kelihatannya tidak terlalu istimewa, padahal waktu saya mempelajari lokasinya lewat pantauan Google Satelit, Roseberry Lake terlihat indah sekali. Karena saking banyaknya danau,Tasmania ini juga terkenal dengan julukan pulau seribu danau.


                                                         Roseberry Lake




                                              

No comments:

Post a Comment